top of page

Haid saat Umroh? Apa yang harus dilakukan? Simak penjelasannya


Allah subahanahu wa taala menciptakan berbagai macam manusia sesuai dengan jenis dan keunikan yang dimiliki masing- masing, Begitupun seorang wanita, ia mempunyai kedudukan yang sama dengan lelaki karena keduanya adalah makhluk Tuhan yang diciptakan dari jiwa yang satu dan keturunan yang sama yaitu dari Adam dan hawa yang tercipta dari unsur yang sama yaitu tanah.


Allah menyamakan statusnya karena mereka dapat membantu dan menolong dengan sebagian yang lain. Mereka juga dapat mengerjakan yang ma'ruf dan mencegah perbuatan yang munkar serta taat kepada Allah dan rasulnya dengan kata lain mereka dapat mengerjakan hal yang berkaitan dengan ibadah sosial, ekonomi, dan perbuatan yang baik karena Allah akan memberikan rahmat kepada orang yang bertakwa baik laki-laki maupun perempuan sehingga Alquran tidak membedakan diantara laki-laki dan perempuan dalam statusnya.


Disamping itu pula, wanita mempunyai kedudukan yang sama dengan laki-laki, ia mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam menjalankan tugas sebagai wanita, karena wanita juga akan menjadi istri, ibu, dan nenek begitupun laki-laki akan menjadi suami, bapak, dan kakek. Walaupun mereka mempunyai tugas yang berbeda-beda dan struktur yang berbeda pula namun hal ini bukan menjadi penghalang untuk berkiprah dalam kehidupan keagamaan dan kemasyarakatan.


Sementara ıtu, sudah menjadi kodrat bagi seorang wanita mengalami haid setiap bulan, yaitu fenomena di mana wanita mengeluarkan darah kotor dari rahimnya secara alamiah pada setiap bulan dalam keadaan sehat walafiat. Jika darah haid terhenti tentu menjadi persoalan bagi wanita karena darah haid adalah darah tidak sehat dan tidak diperlukan lagi oleh organ tubuh wanita bahkan kalau darah itu tinggal di dalam perut akan menimbulkan masalah.


Dalam pelaksanaan ibadah umroh yang memiliki jangka waktu yang cukup lama pun demıkıan, persiapan yang matang perlu dilakukan khususnya calon Jemaah wanita, mereka harus mempersiapkan mental agar tidak datang bulan ketika melaksanakan ibadah umrah. Berikut ini tips agar calon Jemaah khususnya wanita tidak mengalami haid ketika umrah:


1. Pilih jadwal keberangkatang yang tepat

Biasanya seorang wanita dewasa yang sudah mengalami haid sudah tau kapan jadwal datang bulan akan tiba. Untuk itu bagi calon Jemaah wanita demi mengantisipasi haid ketika umrah maka calon Jemaah mesti memilih jadwal umrah yang tidak berbarengan dengan jadwal haid, dihisar global sendiri banyak pilihan keberangkatan setiap bulannya dengan demikian Jemaah tinggal memilih saja jadwal yang tidak bentrok dengan jadwal datang bulan.


2.Minum obat penunda haid

Diriwayatkan dari imam ahmad bahwa tidak mengapa seorang wanita meminum obat-obatan untuk menunda haid asalkan itu baik (tidak membawa efek negatif) meskipun dibolehkan meminum obat penunda haid sebaiknya harus mendapatkan rekomondasi dokter supaya tidak menimbulkan masalah dikemudian hari.


Lantas bagaimana jika sudah terjadi haid ketika sudah sampai ditanah suci, maka ketika sedang melaksanakan ibadah umrah dan masuk ketahap ihram Jemaah wanita tersebut tetap boleh menjalankan umrah tetapi harus memenuhi beberapa syarat, Jemaah wanita yang sedang haid diharuskan mandi dan menggunakan pembalut dengan rapat, istilah istisfar yang mana Jemaah wanita menggunakan pembalut dengan lebih rapat sehingga tidak ada potensi menetes atau merembes keluar sampai ke celana.

Jadi wanita yang mengalami haid saat umroh harus segera menghentikan ibadah umroh setelah mendapati bahwa menstruasi telah dimulai kemudian harus segera membersihkan diri dengan cara mandi junub dari hadas besar dan menggunakan pembalut setelah itu baru boleh melanjutkan ihram.


Hal yang hampir serupa juga dialami oleh Aisyah radhiyallahu anha ketika beliau sedang melakukan perjalanan ibadah haji bersama Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan setelah sampai di daerah saraf ternyata beliau mengalami haid lantas Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersabda:

Haid adalah kondisi yang Allah takdirkan untuk Putri Adam lakukanlah seperti yang dilakukan jamaah haji hanya saja jangan melakukan tawaf di Ka'bah (Hadits riwayat Bukhari 294 dan Muslim 2976).


Maka dapat disimpulkan Jemaah wanita yang mengalami haid ketika hendak melaksanakan umrah, boleh melaksanakan rangkaian ibadah kecuali seluruh rangkaian kecuali tawaf di kabah. Tawaf tersebut baru boleh dilaksanakan setelah suci dan mandi wajib


Untuk info lebih lanjut hubungi:

Nama : bobby ahmad Habibi

Nomor telepon : 0895351199498

Judul : Haid saat Umroh? Apa yang harus dilakukan? Simak penjelasannya

48 tampilan

Postingan Terakhir

Lihat Semua
bottom of page