top of page

THAWAF


Mengenal Lebih Jauh Tentang Thawaf

Seperti yang kita ketahui, salah satu rukun haji atau rukun umroh adalah Thawaf. Lantas apakah kita sudah cukup mengetahui tentang Thawaf? Mari kita pelajari lebih dalam tentang Thawaf agar Thawaf kita lebih sempurna sehingga ibadah haji ataupun umroh kita akan semakin sempurna pula.


Makna Thawaf

Thawaf adalah rangkaian ibadah yang dilakukan dengan cara mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali putaran. Dikarenakan Thawaf merupakan rukun haji dan umroh, jika menunaikan haji atau umroh tanpa melaksanakan Thawaf maka ibadah haji atau umroh tidaklah sah.


Syarat Sah Thawaf

Kita harus mengetahui syarat sah Thawaf agar ibadah yang kita lakukan tidak sia-sia. Beberapa di antara syarat sah Thawaf yaitu:


Suci dari Hadas Besar dan Kecil

Sebagaimana syarat yang satu ini berlaku untuk semua ibadah dalam agama islam, untuk Thawaf pun demikian. Dan bukan hanya badan saja yang harus kita sucikan, tapi juga pakaian kita.


Menutup Aurat

Kita semua tentunya sudah tau mana batasan aurat kita. Ketika melakukan Thawaf, jangan sampai lupa memperhatikan aurat kita, karena Rasulullah SAW telah melarang hal tersebut dalam sebuah haditsnya yang artinya “Janganlah engkau Thawaf (mengelilingi ka’bah) dalam keadaan telanjang (terbuka aurat).” (HR. Bukhari dan Muslim)


Mengelilingi Ka’bah dengan Tujuh Putaran Sempurna

Thawaf dilakukan dengan tujuh kali putaran secara sempurna seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Syarat sah Thawaf ini ditegaskan oleh Ibnu Umar RA, beliau menceritakan: “Beliau (Rasulullah SAW) datang ke Mekkah, lalu Thawaf di Baitullah sebanyak tujuh kali putaran dan shalat di belakang maqam Ibrahim dua rakat. Kemudian beliau melakukan sa’i antara Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali pula. Sungguh pada diri Rasulullah SAW itu terdapat suri tauladan yang baik bagi kalian.” Maka, jikalau seseorang meninggalkan sebagian dari tujuh putaran itu dengan sengaja saat Thawaf, maka Thawafnya tidaklah sempurna. Orang tersebut harus menyempurnakannya.


Di Dalam Masjidil Haram

Thawaf hendaknya dilakukan di dalam Masjidil Haram dengan cara mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 putaran, maka tidaklah sah Thawaf seseorang yang mengelilingi Ka’bah di luar Masjidil Haram.


Memulai dan Mengakhiri Thawaf Sejajar dengan Hajarul Aswad

Thawaf wajib dimulai dengan cara bahu kiri disejajarkan dengan Hajarul Aswad. Begitu juga saat mengakhiri putaran Thawaf, bahu kiri harus disejajarkan dengan Hajarul Aswad atau lebih maju sedikit hingga sejajar dengan pintu Ka’bah, agar lebih yakin Thawaf sudah merata ke seluruh bagian Ka’bah.


Berlawanan dengan Arah Jarum Jam

Putaran Thawaf harus dilakukan berlawanan arah jarum jam. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits “Bahwasanya Nabi ﷺ. tatkala sampai di Mekkah, beliau mendekat ke Hajarul Aswad, kemudian beliau mengusapnya dengan tangan beliau, lalu berjalan ke sebelah kanan beliau, lalu berlari-lari kecil sebanyak tiga kali putaran dan berjalan biasa sebanayk empat kali putaran.” (HR. Muslim dan Nasai)


Menjadikan Ka’bah di Sebelah Kiri

Dengan kita mengelilingi Ka’bah berlawanan dengan arah jarum jam, maka secara otomatis Kab’ah akan berada di sebelah kiri kita. Namun ada kalanya kita lengah , maka sebaiknya selama Thawaf kita harus memperhatikan bahwa Ka’bah berada di sebelah kiri. Jika di tengah putaran tidak sesuai posisi tersebut, kita wajib segera ke posisi yang benar dan melanjutkan hitungan putaran Thawaf dari tempat tersebut.

Itulah beberapa syarat sah Thawaf yang perlu kita ketahui agar Thawaf kita menjadi lebih sempurna sehingga dengan demikian ibadah haji ataupun umroh kita pun akan semakin sempurna.


Untuk info lebih lanjut mengenai umroh silahkan hubungi :

Penulis : Abi Agridzira Awwal Assiva (PT. Hisar Global Indonesia Wilayah Sumatera)



19 tampilan

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comments


bottom of page