top of page

Ziarah Makkah Madinah (Bagian 1)



Ziarah Makkah Madinah adalah kegiatan yang dilakukan oleh hampir semua jamaah haji ataupun umroh. Ada lokasi-lokasi yang disyari’atkan untuk dikunjungi dan bernilai ibadah dan ada pula lokasi-lokasi yang tidak disyari’atkan untuk dikunjungi tapi diperbolehkan untuk dikunjungi karena bernilai sejarah saja.

Keutamaan Kota Suci Makkah

Kota Makkah Al-Mukarramah merupakan salah satu tempat yang Allah anugerahkan keutamaan baginya. Tempat dimana diturunkannya wahyu. Permukaan bumi yang memancarkan awal cahaya Islam. Beberapa keutamaan Kota Suci Makkah adalah :

  1. Allah menjadikan kota Makkah negeri haram (Dihormati), karena terdapat larangan menumpahkan darah, memotong pepohonan atau tumbuhan, memburu hewan buruan, dan mengambil barang temuan kecuali untuk diumumkan.

  2. Kota Makkah adalah kiblat umat muslimin seluruh dunia

  3. Allah memilih kota Makkah sebagai tempat untuk menunaikan ibadah Haji dan menjadikan perjalanan menuju kota Makkah sebagai pengangkat derajat serta penggugur dosa

  4. Allah jadikan kota Makkah titik mula perjalanan Isra dan Mi’raj

  5. Kota Makkah adalah negeri yang tidak bisa dimasuki Dajjal

  6. Perbuatan maksiat di kota Makkah dosanya sangat besar dari pada di tempat lain

Tempat-tempat Ziarah di Makkah

1. Masjidil Haram

Beberapa keistimewaan Masjidil Haram

  • Masjid pertama yang dibangun di atas muka bumi

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ

Artinya : “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia”. ( QS. Ali Imran : 96)

  • Pahala shalat di Masjidil Haram lebih utama 100ribu kali lipat dibanding shalat di masjid-masjid lain di seluruh permukaan bumi.

Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah SAW:

صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي هذَا أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيْمَا سِوَاهُ إِلَّا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَ صَلَاةٌ فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلَاةٍ

Artinya : “Shalat di masjidku ini (Masjid Nabawi) lebih utama seribu kali lipat dari masjid selainnya kecuali Masjidil Haram, dan shalat di Masjidil Haram lebih utama 100 ribu kali lipat (HR. Ahmad).

2. Ka’bah


Bagian-bagian Ka’bah



1. Hajarul Aswad

Hajarul Aswad adalah batu yang diturunkan dari surga dan warna asalnya lebih putih dari susu, kemudian ia menghitam disebabkan oleh dosa-dosa anak cucu Adam.

Menyentuh Hajarul Aswad dapat mendatangkan keberkahan, yaitu :

· Hajarul Aswad akan menjadi saksi pada hari kiamat bagi orang yang mengusapnya

· Menyentuh Hajarul Aswad dapat menghapuskan dosa

2. Pintu Ka’bah

3. Al-Mizab / المِيْزَابُ

Al-Mizab adalah Talang Air yang berada di atas Ka’bah di sisi Hijr Ismail. Fungsinya adalah membuang air dari atap Ka’bah dan mencegah tergenangnya air di atap Ka’bah.

4. Asy-Syaadzarwan / الشَّاذَرْوَانُ

Yaitu penopang yang berada di bagian bawah Ka’bah untuk menjaga kekokohan Ka’bah. Posisinya berada di 3 sisi Ka’bah selain bagian sisi Hijr Ismail.

5. Al-Hijr

6. Al-Multazam

7. Maqom Ibrahim

8. Rukun Hajar Aswad

9. Rukun Yamani

Orang yang sedang thowaf disyari’atkan untuk mengusap Rukun Yamani. Mengusap Rukun Yamani dapat menghapuskan dosa. Rukun Yamani hanya diusap, tidak dicium dan juga tidak bertakbir tatkala mengusapnya. Jika seseorang tidak bisa mengusapnya maka tidak perlu juga memberi isyarat dari jauh. Hal ini yang membedakan Rukun Yamani dengan Hajarul Aswad.

Rukun Yamani disebut dengan Yamani karena mengarah ke Negeri Yaman sebagaimana juga disebut dengan Rukun Hanuubi (sudut selatan) karena mengarah ke selatan.

Rukun (sudut) lainnya yaitu :

· Rukun Syaami, karena mengarah ke Negeri Syaam, dan dinamakan juga dengan Rukun Ghorbi (sudut barat) karena mengarah ke barat.

· Rukun Irooqi, karena mengarah ke negeri Iraq. Dan disebut juga Rukun Syamali (sudut utara) karena mengarah ke utara.

10. Rukun Syaami

11. Rukun Irooqi

12. Sitar/ Kiswah

3. Mina

Lokasi Mina

Mina terletak di sebelah tenggara Masjidil Haram dengan batas-batas :

Arah barat (arah Makkah) adalah Jumratul ‘Aqobah

Arah timur adalah Wadi Muhassir

Arah utara dan selatan adalah gunung-gunung

Sedangkan Mina Jadid (Mina Baru) adalah tenda-tenda yang dibangun diluar area Mina, yaitu area Muzdalifah.

4. ‘Arafah

‘Arafah terletak sekitar 20 KM di sebelah timur Masjidil Haram. ‘Arafah adalah tanah yang luas dan datar dengan ukuran sekitar 12 KM dari utara hingga selatan dan 5 KM dari timur hingga barat.

‘Arafah adalah satu-satunya tempat haji yang bukan merupakan Tanah Haram, adapun lainnya seperti Mina dan Muzdalifah termasuk Tanah Haram.

5. Muzdalifah

Muzdalifah adalah daerah terbuka yang terletak antara Mina dan ‘Arafah. Muzdalifah masih termasuk Tanah Haram, sekitar 12 KM dari Masjidil Haram.

6. Gua Hira

Gua Hira terletak di puncak Jabal Nur yang terletak di sebelah timur kota Makkah, sekitar 4 KM dari Masjidil Haram. Tinggi Jabal Nur sekitar 634 M. Letak Gua Hira sekitar 20 M sebelum mencapai puncak Jabal Nur.

Gua Hira merupakan celah di dekat puncak gunung yang pintunya mengarah ke utara, tinggi celah tersebut 4 hasta dan lebarnya 1.75 hasta. Dari atas gua Hira inilah kita bisa melihat kota Makkah beserta bangunan-bangunannya.

Di gua Hira inilah pertama kali Nabi SAW pertama kalinya menerima wahyu dari Allah melalui malaikat Jibril yaitu surat al-‘Alaq ayat 1-5.

7. Gua Tsur

Gua Tsur terletak di Jabal (gunung) Tsur sekitar 4 KM di sebelah selatan kota Makkah. Ketinggian gunung ini sekitar 748 M


Untuk info lebih lanjut mengenai umroh silahkan hubungi :

Penulis : Abi Muzaki Alfauzi Dimyati (Koordinator PT. Hisar Global Indonesia Wilayah Sumatera)

Whatsapp : 0812-6512-2992 / 0811-6813-222


33 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comments


bottom of page