top of page

Ziarah Makkah Madinah (Bagian 2)


Sejarah pembangunan Ka’bah

Ka’bah telah mengalami beberapa kali pemugaran, sejarah mencatat sudah 4 pemugaran yang paling terkenal, yaitu :

Pertama :

Pembangunan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS dan putranya Ismail AS.

Para ahli sejarah memperkirakan bahwa bentuk Ka’bah ketika pertama kali dibangun oleh Nabi Ibrahim adalah bentuk Ka’bah sebelum dipugar oleh kaum Quraisy, yaitu :

· Berupa susunan batu tanpa ada semacam semen yang merekatkan susunan batu-batu tersebut

· Hijr Ismail termasuk dalam bangunan Ka’bah

· Ka’bah kala itu tidak memiliki atap

· Pintu Ka’bah ada dua, yaitu pintu masuk dan pintu keluar

Kedua :

Pembangunan yang dilakukan oleh kaum Quraisy yaitu tatkala Nabi SAW berusia 35 tahun (5 tahun sebelum diangkat menjadi Nabi). Pada masa ini, pembongkaran Ka’bah diketuai oleh Walid ibnul Mughirah. Semua batu Ka’bah diganti dengan batu yang baru kecuali Hajar Aswad.

Pada masa pembongkaran ini, salah seorang dari kaum Quraisy mengingatkan dan berkata “Wahai kaum Quraisy, janganlah kalian menggunakan biaya untuk membangun Ka’bah kecuali dari penghasilan yang baik. Jangan sampai di dalamnya ada hasil yang haram.”

Hal inilah yang menyebabkan kaum Quraisy kekurangan biaya tatkala membangun Ka’bah karena mereka hanya membangun Ka’bah dengan uang yang halal, akhirnya mereka tidak mampu membangun Ka’bah dengan sempurna.

Pada masa ini Ka’bah ditinggikan dari yang awalnya 9 hasta (kira-kira 4 atau 4,5 meter) ditambah 9 hasta lagi menjadi 18 hasta (8-9 meter) dan pintu Ka’bah diangkat menjadi lebih tinggi sehingga tidak menempel lagi di tanah. Diantara tujuan peninggian pintu Ka’bah adalah :

· Untuk memperkuat pondasi Ka’bah dan agar tidak terkena banjir saat hujan

· Agar tidak semua orang bisa masuk Ka’bah. Bagi yang ingin masuk Ka’bah, harus minta izin terlebih dahulu kepada orang-orang Quraisy.

Ketiga :

Pembangunan Ka’bah oleh Abdullah bin Zubair RA. Bangunan Ka’bah versi ini adalah yang sesuai dengan cita-cita Nabi SAW yang disampaikan kepada Aisyah RA. Cita-cita Nabi tersebut disampaikan Aisyah kepada keponakannya yang bernama Abdullah bin Zubair, yaitu :

· Ka’bah yang tadinya setinggi 18 hasta ditambah 10 hasta menjadi 28 hasta

· Hijr Ismail semuanya dimasukkan ke dalam bagian Ka’bah, jadi Kab’bah bertambah panjang 5 hasta ke arah sisi Hijr Ismail

· Pintu Ka’bah yang sebelumnya tinggi (karena ditinggikan oleh kaum Quraisy) dan hanya ada satu, maka Abdullah bin Zubair kemudian membuat dua pintu yaitu pintu masuk dan pintu keluar dan kedua pintu tersebut diturunkan ke tanah. Sehingga orang-orang bisa masuk dan keluar Ka’bah tanpa berdesakan.

· Disebutkan bahwa Abdullah bin Zubair yang pertama kali membuat atap untuk Ka’bah

Keempat :

Pembangunan Ka’bah oleh Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqofi atas perintah Abdul Malik bin Marwan.

Setelah Abdullah bin Zubair meninggal, maka Hajjaj bin Yusuf mengembalikan bentuk Ka’bah sebagaimana sediakala, hanya saja yang dibiarkan adalah penambahan tinggi Ka’bah yang telah dilakukan oleh Abdullah bin Zubair. Jadilah Ka’bah yang sekarang ini adalah renovasi dari Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqofi atas perintah Abdul Malik bin Marwan.

Para ulama menyebutkan bahwa khalifah Harun Ar-Rasyid bertanya kepada Imam Malik bin Anas tentang bagaimana kalau beliau meruntuhkan Ka’bah dan merenovasinya kembali sesuai dengan yang dibangun Abdullah bin Zubair berdasarkan hadist Nabi tentang hal itu.

Imam Malik rahimahullah berkata : ” Aku memintamu karena Allah wahai Amirul mukminin, janganlah engkau menjadikan Ka’bah ini seperti mainan para raja. Jika ada di antara mereka yang berkehendak, maka ia akan meruntuhkan Ka’bah lalu membangunnya kembali. Akhirnya keagungan Ka’bah akan hilang dari hati manusia.” (al-minhaj Syarh Shahih Muslim, an-Nawawi 9/89)


Nama : Abi Muzakky

Hisar Global Aceh

No Whatsapp : 081265122992

27 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comments


bottom of page