top of page

UMROH ITU PANGGILAN, DIPANGGIL ATAU TERPANGGIL ? (Bagian 1)

Diperbarui: 17 Agu 2023


Umroh menurut makna bahasa berarti menyengaja atau mengunjungi, sedangkan dalam terminologi Islam Umroh itu berarti berkunjung ke Baitullah untuk melaksanakan beberapa amalan-amalan seperti wukuf, tawaf, sa’i dan tahalul yang dapat dilaksanakan setiap waktu untuk mendapatkan pahala dan ampunan dari Allah Swt. Keseluruhan rangkaian pelaksanaan Ibadah Umroh itu dilakukan di Arab Saudi, sehingga siapapun yang berangkat kesana tentulah orang yang mampu dan memiliki bekal materi yang cukup.


Apabila selesai membaca artikel ini kemudian kita langsung berniat dan bersungguh-sungguh akan melaksanakan Umroh, ada 2 kemungkinan saja yang bakal terjadi ; Kita mempunyai kesempatan bisa melaksanakan keinginan Umroh atau Kita tidak mempunyai kesempatan untuk melaksanakan keinginan Umroh.


Untuk memahami bahasa “punya kesempatan” atau “tidak punya kesempatan” dalam hal Umroh kita cukup mengingat contoh nyata “Tukang Becak Berangkat Umroh” atau "Penjual Gorengan Berangkat Umroh setelah menabung selama 10 tahun", kemudian kita lihat teman atau tetangga kita yang mampu membeli mobil ratusan juta bahkan sampai milyaran rupiah tapi belum juga berangkat Umroh, walaupun biaya Umroh hanya berkisar 30 jutaan.


Begitulah rahasia Umroh ;

  • Banyak orang yang mampu tetapi tidak sempat,

  • Ada yang sempat tetapi ia tidak mampu,

  • Ada lagi yang sempat dan mampu tetapi tidak sehat,

  • Ada juga yang mampu, sempat dan sehat tetapi harus menunggu beberapa puluh tahun lagi,

  • Ada yang mampu, sempat dan sehat tetapi hatinya tidak tergerak untuk berangkat Umroh

Jadi Umroh itu panggilan, dipanggil atau terpanggil? Untuk memudahkan memahami kata-kata ini, kita sandingkan saja persamaan perubahan kata “panggil” dengan “daftar”, yaitu “panggilan, dipanggil, terpanggil” dengan “daftaran, didaftar, terdaftar”.

Untuk jadi “terdaftar”, kita harus daftar terlebih dahulu setelah kita tahu adanya pengumuman pendaftaran dan kita juga harus pastikan bahwa kita sudah ada di daftar. Begitu juga sebelum kita jadi “terpanggil” tentu kita harus merespon panggilan agar kita bisa dipanggil dan masuk daftar terpanggil.


Allah Swt sudah menyebarluaskan panggilan atau undangan ini kepada seluruh umat manusia. Undangan ini sudah dibuat oleh Allah Swt dan disebarluaskan untuk hambaNya sejak ribuan tahun lalu oleh Nabi Ibrahim as dan dilanjutkan oleh Rasulullah Saw. Dan undangan ini akan tetap ada sampai akhir zaman.


Panggilan yang satu ini adalah sebuah inisiatif yang didasari keimanan dan taqwa, yang mengharuskan diri untuk mau hadir, harus bisa hadir, harus merasa tidak enak jika tidak hadir. Memang benar-benar tidak ada pilihan lagi bagi yang berkesempatan, yaitu harus hadir. Urusan undangan yang satu ini kaitan tanggung jawabnya lebih berat daripada sekedar ‘tidak enak’ pada si Pengundang. Tidak semudah itu pula lantas kita bisa menghubungi si Pengundang dan dengan mudahnya memohon maaf atas ketidak hadiran kita karena bermacam alasan-alasan tertentu. (Lanjut Ke Bagian 2)



Untuk info lebih lanjut mengenai umroh silahkan hubungi :

Penulis : Abi Muzaki Alfauzi Dimyati (Koordinator PT. Hisar Global Indonesia Wilayah Sumatera)

Whatsapp : 0812-6512-2992 / 0811-6813-222


8 tampilan

Postingan Terakhir

Lihat Semua
bottom of page